Kena Tilang (slip biru story)
Normal day in Friday, May 5 2017. Gua sama adek gua pergi ke mall Cijantung untuk keperluan di Grapari. Setelah dari mall cijantung, lanjut pergi ke bank danamon kramatjati dengan alasan meminta buku rekening dan setor tunai juga. Dan dengan nekatnya gua yang belum punya SIM ini, yang mengendarai sepeda motor. Padahal adek gua yang udah punya SIM bilang kalo dia aja yang mengendarai. BUT NO! Karena gua pikir, gaada polisi. Pas perjalanan baru seperempat, sampe di flyover cijantung/kramatjati ternyata ada OPERASI POLISI!!!! N*irrrr pas udah deket tuh baru keliatan kalau lagi ada polisi. Gua mau ke kiri, malah diklaksonin sama motor di belakang yang sok mentang-mentang punya SIM. Ya dengan pasrahnya kita ketilang deh. Trus dikasih slip biru. Dan adek gua minta slip merah, karena menurut diaa slip biru itu diberikan untuk terdakwa yang menyangkal kesalahannya. Padahal kebalik Makna dari SLIP MERAH dan SLIP BIRU menurut persepsi adek gua. Dan kebetulan ada reporter RTv, dan adek gua nanya kenapa dikasih nya slip biru? Menurut mereka sekarang ini memang slip biru karena menggunakan sistem e-tilang (ga ngerti). Karena ternyata slip biru itu wajar, jadi adek gua menerima dan kita lanjut ke kramatjati untuk pergi ke bank danamon deh!
![]() |
| Slip Tilang |
Beberapa hari kemudian, gua iseng googling tentang e-tilang. Nah ternyata ada situs info tilang sesuai dengan regional tempat kita kena tilang. Karena gua kena tilangnya di daerah cijantung, berarti masuk PN Jakarta Timur. Di situs itu kita tinggal masukin no polisi kendaraan yang kena tilang atau no registrasi tilang yang ada di atas slip tilang. Setelah itu hit enter, dan keluarlah jadwal sidang dan besaran denda tilang. Jadwal sidangnya 14 hari kemudian.
![]() |
| Info tilang |
Pas hari H nya, gua pergi ke PN Jakarta Timur dan tanya satpam kalau mau sidang tilang. Satpam bilang, kalau mau urusin tilang ke Kejaksaan Jakarta Timur. Yaudah ke Kejaksaan Jakarta Timur, sesampainya disana. Penuh banget sama orang. Dan gua pergi ke pos depan, untuk tanya kalau mau urusin tilang kemana. Disuruhlah pergi ke loket ujung. Disana gua tanya ke orang, mereka bilang harus bayar denda dulu ke BRI baru bisa daftar dan gabisa bayar tunai. Yaudah gua ke BRI sekitar, dan gua tanya satpam. Dia jawab bahwa harus pakai BRIVA atau transfer via atm ke norek kejaksaan *CMIIW. Dikasihlah gua norek kejaksaan. Diluaran bank banyak calo yang nawarin jasa pembayaran tilang dengan fee 15ribu. Ngga lah, mending urus sendiri. Karena udah sore (jam 15.00), kita pulang karena gabawa kartu BRI dan bank udah tutup juga. Diperjalanan pulang pas sampe Cipinang, kita kena tilang lagi dong. Ini mah kayanya razia bodong soalnya cuma ada 3 polisi doang. Gua tunjukin aja slip tilang, dan dilepasin.
![]() |
| Nomor antrian |
Pas hari Senin 22 Mei 2017 kemudian, gua ke BRI di sekitar kejaksaan lagi untuk setor tunai ke norek kejaksaan kemaren. Eh sama teller nya ditanya, "Ini dapet norek nya dari mana?"
Gua: Dari satpam
Teller: Ini gabisa menerima transfer ini
Trus yaudah gua keluar, dan satpamnya bilang, "Duh! Kan dibilang harus transfer via ATM"
Hahahhha gua kira bisa trf lewat teller, kan hemat biaya admin. Karena gaada pilihan lain ya transfer via atm pake danamon, kena 6500 deh.
Setelah itu gua ke loket di kejaksaan. Nanya orang disekitar, malah pada gatau saya juga belom. Err makanya langsung aja tanya sama petugas loket nya. Loket paling pojok kiri (kalau kita mengahadap loket) adalah tempat ditukarnya slip tilang dengan nomor antrian.
Sekarang hal yang harus dilakukan adalah menunggu dari jam 10 pagi. Yang antri banyak banget karena ada juga yang antrian kemaren tapi ikut kloter hari ini. Nomor antrian yang disebut juga ngacak gajelas, ga ngerti. "Nomor 525-555 antri di loket 3!" Yeayyy akhirnya sebentar lagi giliran gua, nah pas deket-deket loket. Ternyata ada yang bayar tunai denda tilangnya. Cuma nambah 1000 rupiah aja dari besaran tilang. Yaampunn tau gitu bayar tunai aja, jadi hemat 6500 kan! Jam 14.40 giliran gua dipanggil. Harus kasih bukti bayar denda tilang (Struk trf danamon) dan no antriannya, Dan balik lah STNK gua yang tertahan itu. DAN AKHIRNYA PULANG!! YEAYY! Jadi, slip biru itu tidak pakai sidang dan tata cara pengambilan barbuk (barang bukti) tilang slip biru adalah:
1. Cek ke situs tilang sesuai regional tempat kamu kena tilang, untuk tau besaran denda dan jadwal sidang.
2. Tanya petugas loket untuk ambil no antrian dimana.
3. Tuker slip tilang dengan nomor antrian.
4. Saat dipanggil, bayar denda tilang lebihin seribu uang pas ya atau kasih bukti bayar denda (untuk yg transfer) dan juga kasih no antriannya.
5. Tunggu barang buktinya, paling ditanyai nomor plat atau nama pemilik kendaraan untuk memastikan bahwa barang bukti itu benar milikmu.
6. Pulang.




Komentar
Posting Komentar